KOMPETENSI
DAN PRAKTIK PROFESSIONAL BIDAN
Contoh kasus-kasus tentang kompentensi
dan praktik professional seorang bidan :
1.
Asuhan Selama Persalinan.
Asuhan selama
persalinan bertujuan untuk memberi asuhan yang memadai selama kehamilandalam
upaya mencapai pertolongan yang bersih dan aman dengan memberikan aspek sayang
ibu dan bayi.
Contoh :
Dalam masa kehamilan akhir bidan
menjelaskan kepada ibu tentang tanda-tanda dimulainya persalinan seperti :
perut terlihan melebar, perasaan sering kencing (polikisuria) karena kandung
kemih tertekan oleh bagian bawah janin,
perasaan sakit diperut dan pinggang karena kontraksi otot rahin, terjadi
pengeluaran lendir dimana lendir penutup serviks dilepaskan dan lain-lain.
Penjelasan ini bertujuan agar ibu dapat mengetahui dan mengatasi/mengendalikan
ketidak nyamanan yang mereka alami.
2.
Asuhan Pada Ibu Nifas dan Menyusui.
Asuahn pada ibu nifas
dan menyusui bertujuan untuk menjaga kesehatan ibu dan bayinya baik secara
fisik maupun psikologis.
Contoh :
Bidan memberikan kepada ibu tentak
tekhnik menyusui yang benar serta menjelaskan masalah-masalah yang sering
terjadi saat menyusui, seperti : pembengkakan payudara, puting susu lecet,
puting susu masuk dan lain-lain. Selain itu bidan juga menjelaskan tentang
kebutuhan nutrisi ibu agar ibu dapat menjaga asupan nutrisinya sehingga ibu dapat
menghasilkan ASI secara maksimal.
3.
Asuhan Bayi Baru Lahir.
Asuhan bayi baru lahir
merupakan asuhan yang diberikan pada bayi baru lahir sehat sampai bayi berusia
satu bulan.
Contoh :
Pembuangan
kolostrum. Sebagian besar masyarakat sering membuang kolostrum dengan alasan
bahwa kolostrum merupakan ASI basi yang sudah lama karena kolostrum berwarna
lebih kuning dan lebih kental, ada juga yang beranggapan jika kolostrum dapat
menyebabkan diare pada bayi. Padahal
pada kolostrum terkadung zat-zat gizi, zat kekebalan tubuh dan nutrisi yang
tinggi. Salah satu manfaat kolostrum adalah sebagai zat imunitas(zat kekebalan)
yang ditransfer langsung oleh ibu kebapa bayinya.
4.
Asuhan Pada Bayi dan Balita.
Asuhan pada bayi dan
balita merupakan asuhan yang dilakukan bidan pada bayi dan balita dalam keadaan
sehat dari usia dua bulan sampai lima tahun.
Contoh :
PemberianASI
eksklusif selama 6 bulan untuk memenuhi 100% kebutuhan bayi. Dari usia 6-12 bulan
ASI merupakan makanan utama bayi karena dapat memenuhi 60-70% kebutuhan bayi,
dalam usia ini bayi sudah boleh diberi makanan padat yang dilunakkan sebagai
makanan pendamping ASI. Di atas usia 12 bulanASI memenuhi 30% kebutuhan bayi
dan makanan padat sedah menjadi makanan utama. Namun ASI tetap dianjurkan
pemberiannta sampai paling kurang 2 tahun.
5.
Komunitas Kebidanan.
Komunitas kebidanan
bertujuan untuk memberikan asuhan kebidanan kepada masyarakat, baik individu,
keluarga dan kelompok, yang bertujuan sebagai upaya kesehatan keluarga sehingga
terwujud keluarga kecil, sehat, bahagia dan sejahtera.
Contoh :
Bidan memberikan
penyuluhan tentang kehamilan, persalinan, nifas, keluarga berencana, perawatan
bayi, gizi dan lain-lain. Selain itu bidan melaksanakan bimbingan dan pembinaan
terhadap tenaga kesehatan lainnya yang juga bekerja dalam pelayanan kebidanan
dengan kemampuan yang lebih rendah, contohnya bimbingan kepada dukun bayi.
6.
Asuhan Pada Wanita/Ibu Dengan Gangguan
Reproduksi.
Contoh
:
Jika datang seorang pasien dengan
gangguan infeksi saluran kencing, bidan segera memeriksa urin pasien dan
menganalisa gejala-gejala lainnya seperti rasa nyeri saat buang air kecil,
kesulitan saat buang air kecil, warna urin
dan bau urin yang menyengat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar