Tema :
Pergaulan Remaja Desa
Disebuah
desa, kala matahari mulai menampakkan sinarnya yang agung, ayam-ayam berkokok
dibalas kicau burung yang hinggap dikabel tiang listrik dan dahan-dahang pohong
ketapang. Terlihat Sekar, anak dari seorang janda yang bernama Bu Arum sedang
menyapu halaman sambil menemani ibunya yang sedang menumbuk padi.
Bu
Arum : sampean ora sekolah ndok ?
Sekar : ora bu, sekarang hari minggu.
Bu
Arum : ohh iyo ndok, ibu lali.
Ohh
iya Sekar, tadi pakde telepon, katanya bude’mu sama Vita mau kesini seminggu
lagi.
Sekar : ohh, iya-iya bu.
Satu minggu kemudian, terlihat mobil
berwarna hitam menuju kerumah Bu Arum. Tiba-tiba terlihat seorang gadis turun
dari mobil diikuti seorang ibu dan satu gadis lainnya.
Bu
Arum : mba yu, oalah, kenapa ngga
bilang dulu kalau mau datang kesini ? saya kira mba yu datangnya sore.
Bu
Tias : ngga apa-apa Rum, ngga
usah repot-repot Rum.
Vita : oh my God mamiii..... kita
liburan ditempat kayak gini ? udah becek, sepi...(teriak vita)
Bu
Tias : vita....jangan ngomong
kayak gitu, ngga enak sam bude’mu.
Bu
Arum : ohh iya mba yu, silahkan
masuk.
Lalu
mereka masuk kedalam rumah.
Bu
Arum : silahkan duduk mba yu.
Vita ini siapa?
Vita : ini teman Vita, namanya Vera.
Vera : Vera bu.
Tiba-tiba
datang Sekar dan Ratna.
Sekar
: bude...Vita... kapan
datangnya ? (menghampiri Bu Tias dan Vita)
Vita : iihh apaan sih (sambul
menarik tangannya).
Sekar : aku kangen sama kamu vit, sudah
lama kamu ngga datang kesini.
Vita
: biasa aja yah.
Vera : Vit, ini sepupu kamu ? kampungan
banget. (sambil berbisik)
Bu
Arum : ya sudah, pasti semuanya
capek, mba yu, vita dan vera kekamar dulu untuk istrahat, saya akan
mempersiapkan makanan dulu.
Mereka bertigapun masuk kamar. Lalu
Sekar dan Ratna pergi ke dapur membantu Bu Arum memasak.
Ratna : anak kota sombong itu sepupumu
ya Kar ? ngapain dia datang kesini.
Sekar
: iya Ratna, dia sepupuku,
dia datang untuk liburan kesini.
Ratna
: astaga, anak macam itu mau
liburan disini ? yang ada malah nyusahin kamu sama ibumu saja.
Sekar
: ssttt, ngga boleh ngomong
gitu.
Sore harinya, Sekar, Ratna, Vita dan
Vera berjalan-jalan didesa. Disepanjang jalan mereka berpapasan dengan penduduk
desa yang baru pulang dari ladang dan sawah mereka, banyak anak-anak yang
berlari-lari menuju tempat ibadahnya.
Vita
terdiam sejenak, lalu bertanya kepada Sekar.
Vita : Kar, anak-anak itu berlari
kemana?
Sekar : mereka berlari-lari ke Masjid
untuk mengaji.
Vera : terus anak-anak seusia kita
kemana ?
Sekar : biasanya kalau jam segini
mereka baru datang dari ladang atau sawah.
Vita : ladang dan sawah?
Ratna : iya, kalau liburan kayak gini,
kami biasa membantu orang tua kami sembil mencari uang tambahan untuk sekolah
nanti. Tidak seperti kalian anak-anak kota yang manja yang hanya bisa meminta
uang kepada orang tua kalian.
Vera : maksud kamu apa ?
Vita : sudah, sudah......(kata vita
sambil melanjutkan perjalanan).
Sekar : lebih baik kita pulang, ini
sudah sore, tidak baik kita masih berada diluar rumah jam segini.
Setibanya dirumah, Bu Arum memanggil Sekar.
Bu
Arum : sekar, ayo kemari, ajak
Vita dan Vera makan.
Sekar : iya bu...
Merekapun bergegas untuk makan. Sekar,
Vita dan Vera terlihat lebih akrab. Setelah makan merekapun pergi kekamar dan
bergegas tidur. Maklum saja, tidak ada hiburan dirumah Sekar. TV yang ada
dirumah Sekar sudah lama rusak. Keesokan paginya, Sekar membangunkan Vita dan
Vera.
Sekar : Vita, Vera, ayo bangun. Sudah
pagi.
Vita : aku masih ngantuk Kar.
Sekar : ayo bangun, ikut aku.
Vita : iya-iya sebertar.
Sekar : iya, sana mandi dulu, aku
tunggu didepan ya.
Vita : kita mau kemana ?
Sekar : ayo ikut aku, mumpung hari
minggu, biasanya remaja desa ini ada latihan menari setiap hari minggu, kamu
ikut aja.
Sekar, Vita,Vera, Ratna dan gadis desa
lainnya berlatih menari diiringi dengan gamelan dari pemuda pemuda desa. Vera
dan Vita sangat menikmati latihan mereka. Hingga tidak terasa hari sudah siang
dan keringat mereka mulai bercucuran.
Vita : aku senang sekali. Ini pertama
kalinya aku menari. Biasanya kalau hari minggu seperti ini aku jalan-jalan ke
mall, tapi sekarang aku mendapatkan hal yang berbeda disini.
Vera
: iya, aku juga sangat
senang saat menari tadi.
Ratna : abis ini kita kesungai yuk, aku
yakin dikota tidak ada sungai seperti yang ada disini. Airnya masih jernih.
Mereka berempat pergi kesungai. Perjalan
kesungai itu melewati ladang dan sawah dari penduduk. Diperjalanan, vika dan
vera melihat banyak anak gadis seusia mereka yang membantu orang tuanya diladang
dan sawah. Mereka tiba disungai dan bermain-main disana, hingga tidak terasa
hari sudah sore dan mereka bergegas untuk pulang. Setibanya dirumah vita
menghampiri sekar yang sedang melipat baju.
Vita : Sekar besok aku akan kembali
ke kota.
Sekar : besok ya ?
Vita : iya Kar, dua hari lagi aku
kembali sekolah. Liburan kali ini sangat berharga. Setidaknya aku tau apa saja
kegiatan yang kalian lakukan, mulai dari membantu orang tua, menari saat hari
minggu. Semua itu tidak pernah ada dikota sana. Mungkin liburan tahun depan aku
kembali lagi kesini.
Sekar : iya Vit, aku dan ibu akan
selalu menunggu, ini juga rumahmu Vit.
Vita : terimakasih banyak ya Kar.
(vita memeluk sekar).
Malam berlalu, pagipun telah tiba. Bu
TIias, Vita dan Vera bersiap-siap untuk kembali kekota.
Bu
Tias : Rum,
terimakasih ya sudah mengijinkan kami berlibur disini, maaf kalau aku dan Vita
banyak merepotkan kamu dan Sekar.
Bu
Arum : uusshhh mba yu ngomong opo
toh. Mba yu dan Vita ngga pernah ngerepotin kami kok, malah kami merasa senang
dengan kedatangan mba yu.
Bu
Tias : Sekar
terimaksih banyak ya. Kamu yang rajin belajarnya. Nanti kalau bisa Sekar main
ke kota juga, kerumah bude.
Sekar : iya bude, nanti kalau ada
kesempatan Sekar main kesana.
Vita : sekar,terimaksih ya.
Vera : iya sekar, terimakasih banyak
ya.
Sekar : sama-sama vita, vera.
Bu
Tias : Rum, Sekar, kami
berangkat dulu ya.
Bu
Arum : iya mba yu, hati-hati ya.
Sekar
: hati-hati ya bude.
Bu Tias, Vita dan Vera kembali kekota.
Pengalaman berlibur didesa telah merubah Vita menjadi anak yang lebih baik,
begitu pula Vera. Mereka lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Kesombongan yang
selama ini mereka miliki juga menghilang. Kini mereka menjadi anak-anak yang terlihat
lebih sederhana.
Sekar :
bu, kapan Sekar bisa pergi kekota?
Bu
Arum : nanti ya ndok, setelah kamu
lulus SMA, nanti ibu ijinkan kamu tinggal dikota untuk melanjutkan sekolahmu.
Sekar : terimakasih banyak ibu. (sambil
memeluk ibunya).
THE END
Tidak ada komentar:
Posting Komentar