Selasa, 09 Juni 2015

drama ISBD-pergaulan remaja desa

Tema    : Pergaulan Remaja Desa

                Disebuah desa, kala matahari mulai menampakkan sinarnya yang agung, ayam-ayam berkokok dibalas kicau burung yang hinggap dikabel tiang listrik dan dahan-dahang pohong ketapang. Terlihat Sekar, anak dari seorang janda yang bernama Bu Arum sedang menyapu halaman sambil menemani ibunya yang sedang menumbuk padi.
Bu Arum         : sampean ora sekolah ndok ?
Sekar               : ora bu, sekarang hari minggu.
Bu Arum         : ohh iyo ndok, ibu lali.
Ohh iya Sekar, tadi pakde telepon, katanya bude’mu sama Vita mau kesini seminggu lagi.
Sekar               : ohh, iya-iya bu.
            Satu minggu kemudian, terlihat mobil berwarna hitam menuju kerumah Bu Arum. Tiba-tiba terlihat seorang gadis turun dari mobil diikuti seorang ibu dan satu gadis lainnya.
Bu Arum         : mba yu, oalah, kenapa ngga bilang dulu kalau mau datang kesini ? saya kira mba yu datangnya sore.
Bu Tias            : ngga apa-apa Rum, ngga usah repot-repot Rum.
Vita                 : oh my God mamiii..... kita liburan ditempat kayak gini ? udah becek, sepi...(teriak vita)
Bu Tias            : vita....jangan ngomong kayak gitu, ngga enak sam bude’mu.
Bu Arum         : ohh iya mba yu, silahkan masuk.
Lalu mereka masuk kedalam rumah.
Bu Arum         : silahkan duduk mba yu.
                         Vita ini siapa?
Vita                 : ini teman Vita, namanya Vera.
Vera                : Vera bu.
Tiba-tiba datang Sekar dan Ratna.
Sekar               : bude...Vita... kapan datangnya ? (menghampiri Bu Tias dan Vita)
Vita                 : iihh apaan sih (sambul menarik tangannya).
Sekar               : aku kangen sama kamu vit, sudah lama kamu ngga datang kesini.
Vita                 : biasa aja yah.
Vera                : Vit, ini sepupu kamu ? kampungan banget. (sambil berbisik)
Bu Arum         : ya sudah, pasti semuanya capek, mba yu, vita dan vera kekamar dulu untuk istrahat, saya akan mempersiapkan makanan dulu.
Mereka bertigapun masuk kamar. Lalu Sekar dan Ratna pergi ke dapur membantu Bu Arum memasak.
Ratna               : anak kota sombong itu sepupumu ya Kar ? ngapain dia datang kesini.
Sekar               : iya Ratna, dia sepupuku, dia datang untuk liburan kesini.
Ratna               : astaga, anak macam itu mau liburan disini ? yang ada malah nyusahin kamu sama ibumu saja.
Sekar               : ssttt, ngga boleh ngomong gitu.

Sore harinya, Sekar, Ratna, Vita dan Vera berjalan-jalan didesa. Disepanjang jalan mereka berpapasan dengan penduduk desa yang baru pulang dari ladang dan sawah mereka, banyak anak-anak yang berlari-lari menuju tempat ibadahnya.
Vita terdiam sejenak, lalu bertanya kepada Sekar.
Vita                 : Kar, anak-anak itu berlari kemana?
Sekar               : mereka berlari-lari ke Masjid untuk mengaji.
Vera                : terus anak-anak seusia kita kemana ?
Sekar               : biasanya kalau jam segini mereka baru datang dari ladang atau sawah.
Vita                 : ladang dan sawah?
Ratna               : iya, kalau liburan kayak gini, kami biasa membantu orang tua kami sembil mencari uang tambahan untuk sekolah nanti. Tidak seperti kalian anak-anak kota yang manja yang hanya bisa meminta uang kepada orang tua kalian.
Vera                : maksud kamu apa ?
Vita                 : sudah, sudah......(kata vita sambil melanjutkan perjalanan).
Sekar               : lebih baik kita pulang, ini sudah sore, tidak baik kita masih berada diluar rumah jam segini.
Setibanya dirumah, Bu Arum memanggil Sekar.
Bu Arum         : sekar, ayo kemari, ajak Vita dan Vera makan.
Sekar               : iya bu...
Merekapun bergegas untuk makan. Sekar, Vita dan Vera terlihat lebih akrab. Setelah makan merekapun pergi kekamar dan bergegas tidur. Maklum saja, tidak ada hiburan dirumah Sekar. TV yang ada dirumah Sekar sudah lama rusak. Keesokan paginya, Sekar membangunkan Vita dan Vera.

Sekar               : Vita, Vera, ayo bangun. Sudah pagi.
Vita                 : aku masih ngantuk Kar.
Sekar               : ayo bangun, ikut aku.
Vita                 : iya-iya sebertar.
Sekar               : iya, sana mandi dulu, aku tunggu didepan ya.
Vita                 : kita mau kemana ?
Sekar               : ayo ikut aku, mumpung hari minggu, biasanya remaja desa ini ada latihan menari setiap hari minggu, kamu ikut aja.
Sekar, Vita,Vera, Ratna dan gadis desa lainnya berlatih menari diiringi dengan gamelan dari pemuda pemuda desa. Vera dan Vita sangat menikmati latihan mereka. Hingga tidak terasa hari sudah siang dan keringat mereka mulai bercucuran.
Vita                 : aku senang sekali. Ini pertama kalinya aku menari. Biasanya kalau hari minggu seperti ini aku jalan-jalan ke mall, tapi sekarang aku mendapatkan hal yang berbeda disini.
Vera                : iya, aku juga sangat senang saat menari tadi.
Ratna               : abis ini kita kesungai yuk, aku yakin dikota tidak ada sungai seperti yang ada disini. Airnya masih jernih.
Mereka berempat pergi kesungai. Perjalan kesungai itu melewati ladang dan sawah dari penduduk. Diperjalanan, vika dan vera melihat banyak anak gadis seusia mereka yang membantu orang tuanya diladang dan sawah. Mereka tiba disungai dan bermain-main disana, hingga tidak terasa hari sudah sore dan mereka bergegas untuk pulang. Setibanya dirumah vita menghampiri sekar yang sedang melipat baju.

Vita                 : Sekar besok aku akan kembali ke kota.
Sekar               : besok ya ?
Vita                   : iya Kar, dua hari lagi aku kembali sekolah. Liburan kali ini sangat berharga. Setidaknya aku tau apa saja kegiatan yang kalian lakukan, mulai dari membantu orang tua, menari saat hari minggu. Semua itu tidak pernah ada dikota sana. Mungkin liburan tahun depan aku kembali lagi kesini.
Sekar               : iya Vit, aku dan ibu akan selalu menunggu, ini juga rumahmu Vit.
Vita                 : terimakasih banyak ya Kar. (vita memeluk sekar).
Malam berlalu, pagipun telah tiba. Bu TIias, Vita dan Vera bersiap-siap untuk kembali kekota.
Bu Tias                        : Rum, terimakasih ya sudah mengijinkan kami berlibur disini, maaf kalau aku dan Vita banyak merepotkan kamu dan Sekar.
Bu Arum         : uusshhh mba yu ngomong opo toh. Mba yu dan Vita ngga pernah ngerepotin kami kok, malah kami merasa senang dengan kedatangan mba yu.
Bu Tias                        : Sekar terimaksih banyak ya. Kamu yang rajin belajarnya. Nanti kalau bisa Sekar main ke kota juga, kerumah bude.
Sekar               : iya bude, nanti kalau ada kesempatan Sekar main kesana.
Vita                 : sekar,terimaksih ya.
Vera                : iya sekar, terimakasih banyak ya.
Sekar               : sama-sama vita, vera.
Bu Tias            : Rum, Sekar, kami berangkat dulu ya.
Bu Arum         : iya mba yu, hati-hati ya.
Sekar               : hati-hati ya bude.
Bu Tias, Vita dan Vera kembali kekota. Pengalaman berlibur didesa telah merubah Vita menjadi anak yang lebih baik, begitu pula Vera. Mereka lebih peduli dengan lingkungan sekitar. Kesombongan yang selama ini mereka miliki juga menghilang. Kini mereka menjadi anak-anak yang terlihat lebih sederhana.
Sekar               : bu, kapan Sekar bisa pergi kekota?
Bu Arum         : nanti ya ndok, setelah kamu lulus SMA, nanti ibu ijinkan kamu tinggal dikota untuk melanjutkan sekolahmu.
Sekar               : terimakasih banyak ibu. (sambil memeluk ibunya).


THE END

Tidak ada komentar:

Posting Komentar