SISTEM REPRODUKSI WANITA.
Reproduksi
adalah kemampuan makhluk hidup untuk menghasilkan keturunan demi menjaga
kelangsungan hidupnya. untuk mampu melakukan proses reproduksi diperlukan
adanya alat-alat reproduksi. Maka dari itu sangat penting untuk memahami
anatomi dari organ-organ reproduksi.
I. ORGAN
REPRODUKSI WANITA.
Organ
reproduksi perempuan terdiri atas organ genetalia eksterna dan organ genetalia
interna. Organ genetalia eksterna terdiri atas mons veneris, labia mayora
(bibir besar), labia minora (bibir kecil), klitoris, vestibulum, hymen (selaput
dara),perinium dan vulva. Sedangkan organ genetalia interna terdiri atas
vagina, uterus, ovarium dan tuba fallopii.
Organ Genetalia Eksterna.
1.
Mons
Veneris.
Mons veneris atau mons pubis adalah bagian
yang menonjol di atas simfisis dan pada perempuan setelah pubertas ditutup oleh
rambut kemaluan. Mons pubis merupakan bagian menonjol yang banyak berisi
jaringan lemak subkutan yang terletak dipermukaan anterior simpisis pubis. Mons
pubis banyak mengandung kelenjar sebasea (minyak). Rambut pada mons pubis
berfungsi untuk melindungi alat genetalia dari masuknya kotoran.
2. Labia Mayora (bibir besar).
Labia mayora adalah dua lipatan kulit panjang
melengkung yang menutupi lemak dan jaringan ikat yang menyatu dengan mons
pubis. Keduanya memanjang dari mons pubis ke arah bawah mengelilingi labia minora,
berakhir di perinium pada garis tengah. Labia mayora memiliki panjang 7-8 cm,
lebar 2-3 cm, dan tebal 1-1,5 cm. Labia mayora melindungi labia minora, meatus
urinarius dan introitus vagina (lubang vagina). Labia mayora analog dengan
skrotum pada pria. Pada wanita yang belum pernah melahirkan, kedua labia mayora
akan terletak berdekatan digaris tengah menutupi struktur-struktur dibawahnya,
setelah perempuan melahirkan labia mayora akan sedikit terpisah bahkan
introitus vagina terbuka. Permukaan arah lateral kulit labia yang tebal
biasanya memiliki pigmen yang lebih gelap dari pada jaringan sekitarnya dan
ditutupi rambut (sama dengan rambut pada mons pubis) dan semakin menipis ke
arah luar perinium. Permukaan medial (arah dalam) labia mayora licin, tebal dan
tidak ditumbuhi rambut. Bagian ini mengandung suplai kelenjar sebasea dan
banyak kelenjar keringat serta banyak mengandung pembuluh darah.
3. Labia Minora (bibir kecil).
Labia minora terletak disebelah dalam labia
mayora dan merupakan suatu lipatan tipis. Ke depan kedua bibir kecil bertemu
yang diatas klitoris membentuk preputium klitoridis dan yang di bawah klitoris
membentuk frenulum klitoridis. Bagian belakang kedua lipatan setelah
mengelilingi orificium vagina bersatu disebut fourchette dan membentuk fossa
navikular. Fossa navikulare pada perempuan yang belum melahirkan tampak
utuh,cekung sedangkan pada perempuan yang pernah melahirkan kelihatan tebal dan
tidak rata. Kulit yang meliputi bibir kecil mengandung banyak glandula sebasea
(kelenjar-kelenjar lemak) dan juga ujung-ujung saraf yang menyebabkan bibir
kecil sangat sensitif. Jaringan ikat mengandung banyak pembuluh darah dan
beberapa otot polos yang menyebabkan bibir kecil ini dapat mengambang. Ruang
antara labia minora disebut vestibulum.
4. Klitoris.
Klitoris adalah organ pendek berbentuk
silinder dan erektil yang terletak dibawah arkus pubis. Klitoris banyaj
mengandung urat-urat saraf sensoris dan pembuluh-pembuluh darah. Jumlah
pembuluh darah dan persyarafan yang banyak membuat klitoris sangat sensitif
terhadap suhu dan sentuhan. Fungsi utama klitoris adalah menstimulasi dan
meningkatkan keregangan seksual. Ujung badan klitoris dinamai Glans dan lebih
sensitif dari pada badannya. Panjang klitoris jarang melebihi 2 cm dan bagian
yang terlihat adalah sekitar 6x6 mm atau kurang pada saat tidak terangsang dan
akan membesar jika terangsang. Klitoris analog dengan penis laki-laki.
5. Vestibulum.
Vestibulum berbentuk lonjong dengan ukuran
panjang dari depan ke belakang dan dibatasi di depanoleh klitoris, kanan dan
kiri oleh kedua bibir kecil dan dibelakang oleh perinium (fourchette).
Vestibulum merupakan muara dari enam buah lubang yaitu vagina, uretra, 2 muara
kelenjar bartolini yang terletak disamping dan agak kebelakang dari introitus
vagina dan 2 muara kelenjar skene (duktus parauretral) yang analog dengan
kelenjar prostat pada laki-laki.
6. Hymen (selaput dara).
Hymen berupa lapisan yang tipis dan menutupi
sebagian besar introitus vagina. Hymen bersifat rapuh dan mudah robek. Hymen
ini berlubang sehingga menjadi saluran dari lendir yang dikeluarkan uterus dan
darah saat menstruasi. Bila hymen tertutup seluruhnya disebut hymen imperforata
dan menimbulkan gejala klinik setelah mendapat menstruasi.
7. Perinium.
Perinium adalah daerah muskular yang ditutupi
kulit antara introitusvagina dan anus. Panjang perinium kurang lebih 4 cm.
Terdapat otot-otot penting pada perinium yaitu sfingter anus eksterna dan interna
serta dipersyarafi oleh saraf pudendus dan cabang-cabangnya.
Organ Genetalia Interna
1.
Vagina.
Setelah melewati introitus vagina, terdapat
liang kemaluan (vagina) yang merupakan suatu penghubung antara introitus vagina
dan uterus. Dinding depan danbelakang vagina berdekatan satu sama lain,
masing-masing panjangnya berkisar antara 6-8 cm meliputi dinding anterior dan
7-10 cm yang meliputi dinding posterior. Bentuk vagina sebelah dalam yang
berlipat-lipat disebut ruggae. Pada vagina terdapat sepasang kelenjar
Bartholine yang berfungsi menghasilkan cairan untuk enjaga kelembaban bagian
labia serta pelicin bagian dalam vagina. Vagina berfungsi sebagai saluran untuk
keluarnya darah menstruasi, sebagai tempat senggama, menerima sperma dan
sebagai jalan lahir. vagina memiliki pH berkisar antara 4-5 yang menyebabkan
cairan menjadi asam yang memberikan proteksi terhadap kumat, bakteri. Dinding
vagina terdiri dari tiga bagian yaitu lapisan mukosa yang merupakan kulit,
lapisan otot dan lapisan jaringan ikat. Bagian dari leher rahim yang menonjol
kedalam vagina disebut porsio. Sedangkan daerah disekitar servik disebut
forniks yang terdiri dari empat bagian yaitu forniks anterior, forniks
posterior, forniks lateral kanan dan forniks lateral kiri.
2. Uterus.
Uterus berbentuk seperti buah avokad atau
buah pir yang sedikitgeoeng kearah depan dan belakang. Ukurannya sebesar telur
ayamdan mempunyai rongga. Dindingnya terdiri atas otot-otot polos. Ukuran uterus tergantung pada usia dan
paritas. Pada anak-anak ukuran uterus 2-3 cm, nullipara 6-8 cm dan multipara
8-9 cm. Pada nullipara berat uterus 40-50 gram dan pada multipara beratnya
60-70 gram. Uterus dapat menahan beban hingga 5 liter.
Dinding uterus terdiri dari tiga bagian :
a.
Peritonium
(lapisan serosa)
Meliputi dinding
rahim bagian luar. Menutupi bagian luar uterus. Merupakan penebalan yang diisi
jaringan ikat, pembuluf darah limfe dan urat syaraf. Peritonium meliputi tuba
dan mencapai dinding adomen.
b.
Miometrium
(lapisan otot)
Susunan otot rahim terdiri dari
tiga lapisan yaitu lapisan luar, lapisan tengah, dan lapisan dalam. Pada
lapisan tengah membentuk lapisan tebal anyaman serabut otot rahim. Lapisan
tengah ditembus oleh pembuluh darah arteri dan vena. Lengkungan serabut otot
ini membentuk angka delapan sehingga saat terjadi kontraksi pembuluh darah
terjepit rapat, dengan demikian pendarahan dapat terhenti. Makin kearah
serviks, otot rahim makin berkurang, dan jaringan ikatnya bertambah. Bagian
rahim yang terletak antara osteum uteri internum anatomikum, yang merupakan
batas dari kavum uteri dan kanalis servikalis dengan osteum uteri histologikum
(dimana terjadi perubahan selaput lendir kavum uteri menjadi selaput lendir
serviks) disebut isthmus. Isthmus uteri ini akan menjadi segmen bawah rahim dan
meregang saat persalinan.
c.
Endometrium
(lapisan mukosa)
Pada endometrium terdapat
lubang kecil yang merupakan muara dari kelenjar endometrium. Variasi tebal,
tipisnya, dan fase pengeluaran lendir endometrium ditentukan oleh perubahan
hormonal dalam siklus menstruasi. Pada saat konsepsi endometrium mengalami
perubahan menjadi desidua, sehingga memungkinkan terjadi implantasi (nidasi).
Lapisan epitel serviks berbentuk silindris, dan bersifat mengeluarakan cairan
secara terus-menerus, sehingga dapat membasahi vagina. Kedudukan uterus dalam
tulang panggul ditentukan oleh tonus otot rahim sendiri, tonus ligamentum yang
menyangga, tonus otot-otot panggul. Ligamentum yang menyangga uterus adalah :
·
Ligamentum
Latum, terletak dikanan kiri uterus meluas sampai dinding rongga panggul dan
dasar panggul, seolah-oleh menggantung pada tuba. Ruangan antar kedua lembar
dari lipatan ini terisi oleh jaringan yang longgar disebut parametrium dimana
berjalan arteria, vena uterina pembuluh limpa dan ureter.
·
Ligamentum
Rotundum (ligamentum teres uteri), terdapat pada bagian atas lateral uterus,
terdiri dari jaringan otot polos dan jaringan ikat ligamen. Ligamen ini menahan
uterus dalam antefleksi. Pada saat hamil mengalami hypertrophi dan dapat diraba
dengan pemeriksaan luar.
·
Ligamentum
Infundibulo Pelvikum (ligamentum suspensorium), terdapat dikiri dan kanan dari
infumdibulum dan ovarium, ligamen ini menggantungkan uterus pada dinding
panggul. Antara sudut tuba dan ovarium terdapat ligamentum ovarii propium.
·
Ligamentum
Kardinale (Mackenrodt), terdapat dikiri dan kanan serviks setinggi ostium
internum ke dinding panggul. Ligamen ini membantu mempertahankan uterus tetap
pada posisi tengah (menghalangi pergerakan ke kanan dan kiri) dan mencegah
prolap.
·
Ligamentum
Sakro-Uterium, terdapat dikiri dan kanan serviks sebelah belakang ke sakrum
mengelilingi rektum.
·
Ligamentum
Vesiko Uterinum, terletak dari uterus ke kandung kencing.
Uterus terdiri atas (1) fundus uteri adalah
bagian uteri yang terletak diatas kedua pangkal tuba, (2) korpus uteri adalah bagian
terbesar dan sebagai tempat berkembangannya janin, (3) serviks uteri.
Setiap bulannya uterus berfungsi dalam
pengeluaran darah haid dengan adanya perubahan dan pelepasan dari endometrium,
selain itu fungsi uterus yaitu untuk menahan ovum yang telah dibuahi selama
perkembangan. Sebutir ovum, sesudah
keluar dari ovarium, diantarkan melalui tuba uterina ke uterus. Endometrium
disiapkan untuk menerima ovum yang telah dibuahi dan ovum tertanam didalamnya.
Sewaktu hamil, uterus bertambah besar, dindingnya menjadi tipis, tetapi lebih
kuat dan membesar sampai keluar pelvis masuk kedalam rongga abdomen pada masa
pertumbuhan fetus. Pada waktu saatnya tiba dan mulas tanda melahirkan mulai,
uterus berkontraksi secara ritmis dan mendorong bayi dan plasenta keluar
kemudian kembali ke ukuran normalnya melalui proses yang dikenal sebagai involusi.
3.
Ovarium
(indug telur).
Merupakan kelenjar berbentuk
buah kenari terletak kiri dan kanan uterus di bawah tuba uterina dan terikat di
sebelah belakang oleh ligamentum latum uterus. Setiap bulan sebuah folikel
berkembang dan sebuah ovum dilepaskan pada saat kira-kira pertengahan (hari ke-14)
siklus menstruasi. Ovulasi adalah pematangan folikel de graaf dan mengeluarkan
ovum. Ketika dilahirkan, wanita memiliki cadangan ovum sebanyak 100.000 buah di
dalam ovariumnya, bila habis menopause. Ovarium berukuran kurang lebih sebesar
ibu jari tangan dengan ukuran panjang kira-kira 4 cm, lebar dan tebal kira-kira
1,5 cm.
Struktur ovarium terdiri
atas (1) korteks, bagian luar yang diliputi oleh epitelium germinativum
berbentuk kubikdan didalamnya terdiri atas stroma serta folikel-folikel
primordial, dan (2) medulla, bagian di sebelah dalam korteks tempat terdapatnya
stroma dengan pembuluh-pembuluh darah, serabut-serabut saraf, dan sedikit otot
polos.
Ovarium
yang disebut juga indung telur, mempunyai 3 fungsi:
a.
Memproduksi ovum
b.
Memproduksi hormone estrogen
c.
Memproduksi progesteron
Memasuki pubertas yaitu sekitar
usia 13-16 tahun dimulai pertumbuhan folikel primordial ovarium yang
mengeluarkan hormon estrogen. Estrogen merupakan hormone terpenting pada
wanita. Pengeluaran hormone ini menumbuhkan tanda seks sekunder pada wanita
seperti pembesaran payudara, pertumbuhan rambut pubis, pertumbuhan rambut
ketiak, dan akhirnya terjadi pengeluaran darah menstruasi pertama yang disebut
menarche.
Awal-awal menstruasi sering tidak
teratur karena folikel graaf belum melepaskan ovum yang disebut ovulasi. Hal
ini terjadi karena memberikan kesempatan pada estrogen untuk menumbuhkan
tanda-tanda seks sekunder. Pada usia 17-18 tahun menstruasi sudah teratur
dengan interval 28-30 hari yang berlangsung kurang lebih 2-3 hari disertai
dengan ovulasi, sebagai kematangan organ reproduksi wanita.
4.
Tuba
Fallopii.
Tuba fallopii merupakan tubulo-muskuler, dengan
panjang 12 cm dan diameternya antara 3 sampai 8 mm. fungsi tubae sangat
penting, yaiu untuk menangkap ovum yang di lepaskan saat ovulasi, sebagai
saluran dari spermatozoa ovum dan hasil konsepsi, tempat terjadinya konsepsi,
dan tempat pertumbuhan dan perkembangan hasil konsepsi sampai mencapai bentuk
blastula yang siap melakukan implantasi.
Tuba fallopii dibagi menjadi 4 bagian,
yaitu :
v
Pars interstisialis,
yaitu bagian yang terdapat di dinding uterus , dimulai dari ostium internum
tuba.
v
Pars isthmika, yaitu
bagian tuba yang terletak diluar uterus dan merupakan bagian yang paling
sempit.
v
Pars ampullaris,
yaitu bagian tuba yang paling luas dan berbentuk S. Pada bagian ini ovum dan
sperma bertemu atau tempat terjadinya pembuahan.
v
Pars infundibulum,
yaitu bagian akhir tuba yang memiliki umbai yang disebut fimbriae tuba.
Fimbriae penting artinya bagi tuba untuk menangkap telur dan selanjutnya
menyalurkan telur ke dalamtuba.
Fungsi tuba fallopii sangat penting, yaitu untuk
menangkap ovum yang dilepaskan saat ovulasi, sebagai saluran dari spermatozoa
ovum dan hasil konsepsi, tempat terjadinya konsepsi, dan tempat pertumbuhan/perkembangan
hasil konsepsi sampai mencapai bentuk blastula, yang siap mengadakan
implantasi.
II.
MENSTRUASI.
Menstruasi adalah meluruhnya dinding rahim (endometrium) akibat sel
telur yang telah matang tidak dibuahi oleh sperma. Lapisan endometrium
dipersiapkan untuk menerima implantasi embrio. Jika tidak terjadi implantasi
embrio lapisan ini akan luruh, darah keluar melalui seviks dan vagina. Siklus wanita
berbeda-beda, namun biasanya berlangsung selama 28 hari pada tiap bulannya. Siklus menstruasi terdiri dari 4 fase :
1.
Fase
menstruasi, terjadi bila ovum tidak dibuahi sperma, sehingga korpus luteum
menghentikan produksi hormin estrogen dan progesteron. Turunnya kadar estrogen
dan progesteron menyebabkan lepasnya ovum dari endometrium disertai robek dan
luruhnya endometrium, sehingga terjadi pendarahan. Fase menstruasi kurang lebih
terjadi dari 3-7 hari.
2.
Fase
pra-ovulasi atau fase poliferasi, hormon pembebas gonadotropin yang
disekresikan hipotalamus akan memacu hipofise untuk mensekresikan FSH. FSH
memacu pematangan folikel dan merangsang folikel untuk mensekresikan hormon
estrogen. Adanya estrogen menyebabkan pembentukan kembali (poliferase)
endometrium.peningkatan kadar estrogen juga menyebabkan serviks (leher rahin)
untuk mensekresikan lendir yang bersifat basa. Lendir ini berfungsi untuk
menetralkan suasana asam pada vagina sehingga mendukung kehidupansperma.
3.
Fase
ovulasi, jika siklus menstruasi perempuan 28 hari , maka ovulasi akan terjadi
pada hari ke 14. Peningkatan kadar estrogen menghambat sekresi FSH, kemudian
hipofise mensekresikan LH. Peningkatan kadar LH merangsang pelepasan oosit
sekunder dari folikel, peristiwa ini disebut ovulasi.
4.
Fase
pasca ovulasi atau fase sekresi, berlangsung selama 14 hari sebelum menstruasi
berikutnya. Walaupun panjang siklus menstruasi berbeda-beda, fase pasca ovulasi
ini selalu sama yaitu 14 hari sebelum menstruasi berikutnya. Folikel degraaf
(folikel matang) yang telah melepaskan oosit sekunder akan berkerut dan menjadi
korpus luteum. Korpus luteum akan mensekresikan hormon progesteron dan masih
mensekresikan hormon estrogen namun tidak sebanyak ketika berbentuk folikel.
Progesteron mendukung kerja estrogen untuk mempertebal dan menumbuhkan
pembuluh-pembuluh darah pada endometrium serta mempersiapkan endometrium untuk
menerima implantasi embrio jika terjadi pembuahan atau kehamilan. Jika tidak
terjadi pembuahan, korpun luteum akan berubah menjadi korpus albikan yang hanya
sedikit mensekresikan hormon, sehingga kadar progesteron dan estrogen menjadi
rendah. Keadaan ini menyebabkan terjadinya menstruasi demikian seterusnya.
III. HORMON-HORMON
DALAM SISTEM REPRODUKSI.
Pengertian Hormon
Hormon
berasal dari bahasa Yunani yang berarti merangsang. Hormon yang dihasilkan oleh
kelenjar endokrin langsung disekresikan ke dalam darah karena tidak memiliki
saluran sendiri. Hormon adalah melekul yang berfungsi di dalam tubuh sebagai
sinyal kimia. Hormon dibebaskan sel-sel khusus yang disebut sel-sel endokrin
karena sel-sel tersebut bersekresi ke arah dalam dan berbeda dari sel-sel
eksokrin, yang bersekresi ke dalam rongga tubuh atau permukaan tubuh.
Sistem
kerja hormon berdasarkan mekanisme umpan balik. Artinya, kekurangan atau
kelebihan hormon tertentu dapat mempengaruhi produksi hormon yang lain. Hal ini
disebut homeostasis, yang berarti seimbang. Di dalam tubuh manusia terdapat
tujuh kelenjar endokrin yang penting, yaitu hipotalamus, hipofisis, tiroid,
paratiroid, kelenjar andrenal, pankreas, dan kelenjar gonad (ovarium atau
testis).
Hormon merupakan suatu zat yang dihasilkan oleh suatu
bagian dalam tubuh. Organ yang berperan dalam sekresi hormon dinamakan kelenjar
endokrin. Disebut demikian karena hormon yang disekresikan diedarkan ke seluruh
tubuh oleh darah dan tanpa melewati saluran khusus. Di pihak lain, terdapat
pula kelenjar eksokrin yang mengedarkan hasil sekresinya melalui saluran
khusus.
Hormon-hormon Reproduksi Wanita
1.
Hormon
GnRH (Gonadotropin Realeasing Hormon)
Diproduksi di
hipotalamus, kemudian dilepaskan berfungsi menstmulasi hipofisis anterior untuk
memproduksi dan melepaskan hormon-hormon gonadotropin (FSH/LH).
2.
Hormon
FSH (Follicle Stimullating Hormone)
Diproduksi di
sel-sel basa hipofisis anterior, sebagai respon terhadap GnRH. Berfungsi memicu
pertumbuhan dan pematangan folikel dan sel-sel granulosa di ovarium wanita.
Follicle Stimulating Hormonr (FSH) berfungsi merangsang pematangan folikel
dalam ovarium dan menghasilkan estrogen, mengendalikan ciri seksual pria dan
wanita (penyebaran rambut, pembentukan otot, tekstur dan ketebalan kulit, suara
dan bahkan mungkin sifat dan kepribadian).
3.
Hormon
LH (Lutinizing Hormone).
Diproduksi di
sel-sel kromofob hipofisis anterior. Bersama FSH, LH berfungsi memicu
perkembangan folikel dan juga mencetuskan terjadinya ovulasi dipertengahan
siklus. Selama fase luteal siklus, LH meningkat dan mempertahankan fungsi
siklus luteum pasca ovulasi dalam menghasilkan progesteron. Pelepasannya juga
periodik,kadarnya dalam darah berfariasi setiap fase siklus, waktu paruh
eleminasinya pendek,kerjanya sangat cepat dan singkat.
Lutinizing Hormone
(LH) berfungsi mempengaruhi pematangan folikel dalam ovarium dan menghasilkan
progesteron, mengendalikan fungsi reproduksi (pematangan sel telur, siklus
menstrusi).
4.
Hormon
Estrogen.
Estrogen diproduksi oleh sel-sel teka internal folikel di ovarium secara
primer dan dalam jumlah lebih sedikit juga diproduksi dikelenjar adrenal
melalui konfersi hormon androgen. Selama kehamilan, hormon ini juga di produksi
di plasenta. Berfungsi sebagai stimulasi pertumbuhan dan perkembangan
(proliferasi) pada bagian organ reproduksi wanita. Estrogen berfungsi untuk
merangsang sekresi hormon LH.
Pada uterus menyebabkan proliferasi endometrium. Pada seviks menyebabkan
pelunakan serviks dan pengentalan lendir serviks. Pada vagina menyebabkan
proliferasi epitel vagina. Pada payudara menstimulasi pertumbuhan payudara,
juga mengatur distribusi lemak tubuh. Pada tulang estrogen juga menstimulasi
osteoblas sehingga memicu pertumbuhan atau generasi tulang. Pada wanita pasca
menopouse untuk mencegah tulang keropos (osteoporosis).
Hormon estrogen berfungsi mengendalikan perkembangan ciri seksual dan
sistem reproduksi wanita dan membantu pembentukan lapisan endometrium.
5. Hormon Progesteron.
Progesteron diproduksi di korpus luteum di ovarium, sebagian di produksi
di kelenjar adrenal, dan pada kehamilan juga di produksi di plasenta.
Progesteron menyenbabkan terjadinya perubahan sekretorik (fase sekresi) pada
endometrium uterus, yang mempersiapkan endometrium uterus berada pada keadaan
yang optimal jika terjadi implantasi. Progesteron untuk mrnghambat produksi FHS
dan LH.
Hormon progesteron berfungsi mempersiapkan lapisan rahim untuk penanaman
sel telur yang telah dibuahi, mempersiapkan kelenjar susu untuk menghasilkan
susu, menjaga penebalan endometrium, menghambat produksi hormon FSH, dan
memperlancar produksi laktogen (susu). Hormon ini dihasilkan oleh korpus luteum
dan dirangsang oleh LH.
6. HCG (Huma Chorionic Gonadotropin)
Mulai diproduksi sejak usia kehamilan 3-4 minggu oleh jaringan trofoblas
(plasenta). Berfungsi meningkatkan dan mempertahankan fungsi korpus luteum dan
produksi hormon-hormon steroid terutama pada masa-masa kehamilan awal. Deteksi
HCG pada atau urin dapat dijadikan sebagai tanda kemungkinan adanya kehamilan.
7. LTH (Lactotrophic Hormon) / Prolactin
Diproduksi di hipofisis anterior, memilik aktifitas memicu atau
meningkatkan produksi dan sekresi air susu oleh kelenjar payudara. Di ovarium,
prolaktin ikut mempengaruhi pematangan sel telur dan memperngaruhi fungsi
korpus luteum.